Jakarta | economicnews.id – Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono meresmikan Koperasi Masyarakat Cinta Masjid Indonesia (MCMI) di Masjid Cut Mutia, Jakarta, Sabtu (14/3/26).  Peresmian oleh Menkop sebagai bentuk komitmen pemerintah mendukung penguatan sistem ekonomi kerakyatan berbasis masjid dan networking potensi ekonominya.

Dalam sambutanya, Menkop menegaskan bahwa Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkomitmen penuh mendampingi, membina, bahkan memberikan insentif pembiayaan bagi koperasi berbasis masjid. Bahwa masjid tidak boleh hanya menjadi tempat ibadah ritual saja, tetapi juga harus menjadi pusat perputaran ekonomi umat. Hal ini linear dengan kapasitas Kementerian Koperasi.

“Memang kementerian bertugas memberi penguatan dan pembinaan koperasi, dimana kementeri memiliki Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) yang diperuntukan bagi pengembangan system ekonomi seperti koperasi MCM Indonesia ini,” ujar Ujar Ferry dalam sambutanya, hingga mendapat applaustepuk tangan jajaran pengurus koperasi MCMI.

Menkop berharap Koperasi MCMI di Masjid Sunda Kelapa ini sinergis kolaboratis dengan kebijakan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih yang menjadi kebijakan Proyek Strategis Nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

“Saya tentunya berharap koperasi MCMI dapat menjadi contoh positif bagi rencana pembentukan koperasi-koperasi berbasis masjid di wilayah lainnya di Indonesia, seperti jejak sukses Koperasi Pondok Pesantren di Jawa Timur yang telah memiliki aset triliunan rupiah,’’ lanjut Menkop.

Sementara itu, Ketua Harian Koperasi MCMI Dr. Ir. H. Didi Apriadi, M.Ak, MH. menjelaskan Koperasi sebagai salah benteng kekuatan ekonomi bangsa pada pemerintahan Prabowo saat ini bisa menjadi model ekonomi Pancasila bersama BUMN dan sektor swasta sekaligus pilar kekuatan dan kemandirian ekonomi bangsa.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono (tengah) diapit Ketua Harian Koperasi MCM Indonesia Dr. Ir. H. Didi Apriadi, M.Ak, MH. dan Ketua Yayasan MCM Indonesia Wihnu Dewanto (foto: economicnews.id)

”Itulah kemudian MCMI bergerak cepat berkontribusi menjaga pilar ekonomi bangsa melalui lembaga koperasi, memberdayakan UMKM sekitar lingkungan masjid, siap menjual eceran dan menjadi agen grosir bagi pedagang UMKM sekitar,” jelas Didi

Lebih lanjut, berdirinya koperasi yang dipastikan segera memiliki perwakilan (cabang) di 29 profinsi dalam dua tiga bulan kedepannya bisa berkontribusi strategis terhadap program pemerintah yang telah mencanangkan 72 ribu koperasi Desa Kelurahan Mereh Putih di seluruh Indonesia.

“Sehingga Koperasi MCMI Indonesia inline dengan program pemerintah dan diharpkan kehadirannya memberi penguatan nayata dalam pembangunan ekosistem ekonomi syariah berbasis keumatan di Indonesia. Sekaligus menjadi tonggak sejarah kebangkitan ekonomi untuk bisa lepas dari dominasi  konglomerasi.

“Tentu dengan regulasi UU baru pemerintah melalui berdirinya MCMI ini kita harus bergerak bersama, berjuang bersama mendukung terwujudkannya sistem ekonomi koperasi yang sesuai syari bangsa ini. Hanya dengan begitu kita bisa bersaing dan lepas dari dominasi ekonomi konglomerasi  yang hanya dinikmati segelintir orang,’’ tegas Didi dengan menyerukan dukungan dua periode kepemimpinan Prabowo dan Ferry Juliantono hingga seluruh peserta di Aula AH. Nasution bersorak gempita.

Ditempat yang sama, Ketua Umum Pengurus Besar MCM Indonesia Dr. Wishnu Dewanto, SH, MH. dalam sambutannya menegaskan jika Koperasi MCMI saat ini telah berjalan dan memilki beberapa outlate ritel serta membina lebih dari 100 UMKM disekitar Masjid Cut Meutia Jakarta dengan berbagai produk unggulannya.

Wishnu Dewanto, menyoroti ekosistem masjid yang sudah terbiasa mengurus umat dari lahir hingga meninggal dunia secara ikhlas. Dengan jumlah sekitar 900.000 masjid di seluruh Indonesia, ia yakin pemberdayaan yang substansif melalui kerja sama antar kementerian akan membawa dampak luar biasa.

“Masyarakat masjid itu siap menghadapi situasi sulit. Mereka bisa menjadi dapur umum hingga tempat karantina secara mendadak. Jika diberdayakan secara struktural, mereka akan bergerak secara organik seperti mesin untuk mengurus umat. Koperasi MCMI telah bekerja sama dengan berbagai mitra, seperti sektor penerbangan, produk minyak lokal, hingga pengusaha muslim lainnya,” pungkas Wishnu.