Jombang | economicnews.id – Wakil Sektretaris (Wasekjen) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Dr. H. Didi Apriadi, M.Ak, MH, mengapresiasi sukses gelaran Mukhtamar NU ke-35 yang baru usai di Ponpes Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang pada 27-31 Agustus 2026.

Hajatan akbar lima tahunan Muhktamar NU disebut menjadi momen doemokrasi yang selalu menarik perhatian anak bangsa. Terpilihnya KH. Abdul Hakim Mahfudz Ketua PB NU periode 2026-2031 dan KH. Miftachul Achyar sebagai Rais Aam NU menjadi lembaran baru yang  sepatutnya disyukuri.

“Karena saya yakin, sebagaimana tema resmi yang diusung dalam Mukhtamar yaitu “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmah untuk Kemaslahatan Bangsa” bahwa siapapun pemimpin NU memiliki DNA yang senantiasa “menjaga marwah” kemashalatan umat, kebangsaan, persatuan dan kesatuan,” ujar Didi saat ditemui di Hotel Aston Sidoarjo, Sabtu, (29/8/26).

Sehingga, siapapun yang terpilih kita yakin pemimpin NU diyakini senantiasa menata alam demokrasi Nusantara sejalan dengan nafas Pancasila. Tingginya apresiasi itu lanjut Didi Apriadi yang juga Ketua Harian Masyarakat Cinta Masjid (MCM) itu,  menunjukkan kepedulian masyarakat kita terhadap organisasi Islam terbesar dunia ini.

“Selamat untuk Gus Kikin panggilan akrab KH. Abdul Hakim Mahfudz terpilih Ketua PB NU baru periode 2026-2031 dan KH. Miftachul Achyar sebagi Rais Aam. Semoga NU kedepan semakin solit, maju, dan tetap menjadi garda aset bangsa,’’ lanjutnya.

Terpilihnya KH. Abdul Hakim Mahfudz alias Gus Kikin dinilai memiliki nilai tambah karena berlatar belakang pengusaha sukses.

“Beliau kan Kyai Plus. Selain Kyai juga dikenal sebagai pengusaha cukup berhasi. Salah satunya sukses mengelola bidang usaha pertambangan. Ekspektasi ini akan membawa nilai tambah dalam mengorganisasi NU sekaligus membangun ekosistem ekonomi bangsa berbasis ummat yang dibutuhkan bangsa ini kedepan, Sehingga NU tidak hanya berkutat pada fikih dan agama saja, tapi juga mampu memetakan potensi ekonomi secara real,’’ tegas Didi.