Jakarta | economicnews.id – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM melalui Staf Khusus Bidang Hubungan Antar Daerah Didi Apriadi menyebut Jakarta Fair merupakan ikonik even kebangaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berskala internasioanl dan selalu menjadi kebanggaan masyarakat. Bukan sekedar ajang hiburan tahunan, tetapi juga ruang strategis untuk mendorong ekosistem pertumbuhan ekonomi daerah.

“Pastinya Jakarta Fair atau JIExpo kehadiranya setiap tahun selalu ditunggu masyarakat, tidak hanya warga Jakarta, tapi juga seluruh warga dari segenap pelososk nusantara yang sedang berada di Jakarta. Seperti yang disampaikan Pak Gubernur Pramono Anung, jika Jakarta Fair pada periode tahun 2025 kemarin telah menarik hampir enam juta pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp7,3 triliun. Maka ditahun ini target transaksi Rp.8 Triliun sangat relevan,’’ ujar Didi saat dikonfirmasi langsung di bangku Undangan VIP pada pembukaan JIExpo di Kemayoran Jakarta pada Kamis, (11/6/26).

Didi hadir bersama Sang Istri Mila Emilia mengenakan stelan kebaya Batik Nusantara, terlihat antusias meyimak rangkaian seremoni opening Jakarta Fair yang akan berlangsung dari 11 Juni hingga 12 Juli 2026. Dirinya berharap, melalui ajang pameran multi produk berskala internasional tersebut menjadi momen positif pelaku usaha nasional untuk mengembangkan ekosistem ekonomi nasional secara fundamental.

“Tentunya pemerintah pusat dan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM sangat mendukung ajang pameran multi produk bersakal internasional ini. Pemerintah daerah lain bisa mencontoh even ikonik Jakarta ini dengan menggelar even sejenis di daerah dengan melibatkan sebanyak banyaknya produk unggulan daerah dan pelaku usaha dan UMKM. Dengan begitu akan terbangun market ekosistem pertumbuhan ekonomi secara merata dan menyeluruh dan menjadi kekuatan ekonomi bangsa,’’ lanjut Didi.

Didi Apriadi didampingi Istri Mila Emilia bersua Ahok dan penguasaha nasional.

Dalam catatan panitia disebutkan, Jiexpo tahun inhi diikuti 2.800 perusahaan yang berpartisipasi dengan 1.800 stan pameran. Peserta terdiri dari pelaku UMKM, perusahaan nasional, hingga perusahaan internasional.

Selain menghadirkan berbagai kegiatan hiburan, seperti konser musik yang menampilkan sekitar 150 band nasional, juga menyajikan parade karnaval, kontes Miss Jakarta Fair, wahana permainan anak, festival kuliner nusantara, hingga pesta kembang api.

Sejumlah tokoh dan pejabat mantan Gubernur dan wakil Gubernur tampak hadir. Diantaranya Menteri UMKM Abdurahman dan Menteri Agama Nazarrudin, mantan Gubernur DKI Sutiyoso atau biasa dipanggil Bang Yos, juga Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok, dan Djarot.