Jakarta | economicnews.id – Masih ingat acara buka puasa bersama yang digelar Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di lantai 9 Gedung BSI Tower, Jakarta pada Jumat, (13/3/26). Staf khusus Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Didi Apriadi memiliki pengalaman unik saat membersamai Ketua Umum MES Rosan Perkasa Roeslani pada Bukber tersebut.
Bayangkan, tiga acara bersamaan di hari dan jam yang sama, tidak membuatnya panik meskipun jalanan Kota Jakarta macet total setiap jelang buka pusa. Bisa jadi adrenalinnya naik seiring meningkatnya detak jantung, namun Didi dikenal selalu memiliki pembawaan tenang.
Dipilihnya naik ojek dan meninggalkan mobil bersama sopir di jalan sebagai solusi cerdas demi untuk bisa menghadiri Bukber MES. Sama halnya Sang Guru Said Aqil Siroj yang sebelumnya juga naik ojek untuk bisa lebih cepat sampai di Hotel Royal, Kuningan, akibat macet.
Sebagai sosok dengan mobilitas tinggi dan berkomitmen aktif, Didi Apriadi memang selalu berusaha untuk hadir disetiap rangkaian berkait dengan tujuan memperkuat ekosistem ekonomi bangsa. Tidak ada kata lelah bagi dirinya, apalagi menolak hadir.
Pun pada undangan yang mengharuskannya hadir pada Juma’at, 13 Maret 2026, saat itu sekalipun harus naik ojek. Menurutnya pejabat naik ojek, bukan masalah. Mengingatkan peristiwa yang sama yang dilakukan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono dan Jokowi saat jalanan macet dan terpaksa naik ojeki sebagai jalan keluar di hari jadi TNI, 5 Oktober.
Jumat itu, memang sekurangnya ada tiga giat yang mewajibkan dirinya hadir. Pertama undangan acara “Tadarus Ekologi” dari Ketua LPOI Dr. KH. Said Aqil Siroj yang dikenal memiliki hubungan sangat dekat dengan dirinya, sedekat Guru dan murid. Terlebih Didi menerima amanah langsung sang Guru untuk menyambut sekaligus mendampingi kehadiran Duta Besar Tiongkok Wang Lutong di Royal Hotel Jakarta.
Sebuah undangan yang membahagiakan, tentunya, hingga tak mungkin bisa ditolak. Padahal sebelumnya dirinya terkonformasi menerima undangan (kedua) untuk menghadiri Bukber (Buka Puasa Bersama) Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di BSI Tower, di Medan Merdeka Selatan, Jakarta. Dan kemudian undang (ketiga) bukber di Istana bersama Presiden Prabowo Subianto.
Parahnya, akibat jalanan macet, timline menyambut Dubes Tiongkok Wang Lutong menjadi mundur lebih lama. Bahkan KH. Said Aqil Siroj selaku penyeelenggara juga terlambat hadir dan memilih naik Ojek untuk mempercepat tiba di Ballroom Royal Hotel, tempat Tadarus Ekologi digelar. Sementara Bukber MES semakin mendekati waktu berakhir.


Selain itu, Ketua Umum MES terpilih baru adalah Menteri Investasi dan Hilirisasi/BKPM Roslan Roeslani, yang merupakan atasan langsung Didi selaku Staf Khusus Menteri. Apalagi acara turut menghadirkan Wakil Presiden RI Ke-13 Maruf Amin selaku Pengurus Dewan MES dan Ketua Harian MES Fery Juliantono.
“Baik Buya (panggilan didi untuk Said Aqil) maupun Wapres Ma’ruf Amin, keduanya sangat saya hormati dan sangat dekat dengan saya, bak guru dan murid. Jadi tidak mungkin saya tidak hadir undangan beliau. Sedangkan Pak Menteri Roslan pimpinan saya langsung. Lega akhir berkesempatan jumpa dan membersamai beliau semua meski dengan keterbatasan,’’ ungkap Didi.
Didi mengingatkan. Semua ikhtiar baik selalu ada jalan bagi kemudahan. Di tengah ketidakpastian global, ekonomi syariah memiliki potensi besar untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui nilai keadilan, keseimbangan, dan keberpihakan pada sektor riil.
“Jadi tidak perlu panik apalagi kawatir. Jalani saja prosesnya, dengan tetap bersyukur. Saya yakin, dengan menjaga kebersamaan, kita dapat membangun ekosistem ekonomi syariah yang lebih kuat, inklusif, dan berkelanjutan bagi Indonesia,’’kata Ketua Harian Masyarakat Cinta Masjid ini, mengakhiri.


