Tiongkok | economicnews.id – Delegasi Yayasan Hezuo dan Tim Reformasi Pesantren atau Forum Percepatan Transformasi Pesantren (FPTP) mengunjungi Chongqing Tiongkok. Kegiatan bersama yang difasilitasi oleh Chongqing Dongxueji Cultural Communication, Tiongkok, ini bertujuan untuk membangun kerja sama dengan lembaga pendidikan, organisasi dan perusahaan-perusahaan Tiongkok dalam bidang pendidikan, kebudayaan, teknologi dan bisnis, berlangsung pada 20 – 25 April 2026.

Delegasi dipimpin oleh KH. Drs.M. Wahid Nuruddin, sebagai Pengurus PBNU dan Komisi Pesantren MUI, dengan didampingi oleh Akhmad Ludzain selaku Sekretaris Yayasan Hezuo. Sedangkan dari FPTP dipimpin KH Syaifullah Maksum bersama anggota tim yang mewakili pesantren Al Mizan Majalengka, Salafiyah Situbondo, Al Hamidiyah Depok, Daarus Sunnah Tangerang Selatan dan Pesantren Sultan Agung Jombang.

Selama di Tiongkok, delegasi berkesempatan mengunjungi Chongqing University dan kampus pendidikan vokasional serta sekolah dasar dan menengah terbaik di di Provinsi Chongqing. Dalam kesempatan kunjungan, delegasi mendapatkan sambutan dan penjelasan dari pimpinan kampus mengenai sistem dan teknologi pendidikan yang digunakan.

Drs. M. Wahid Nuruddin, mengatakan pesantren merupakan lembaga pendidikan tertua di Indonesia, dengan sejarah yang membentang selama berabad-abad. Seiring dunia terus berkembang pesat, sekolah berasrama Islam juga mengalami proses transformasi.

Sekretaris Yayasan Hezuo – Akhmad Ludzain – menyerahkan plakat kepada Direktur Jinshan Primary School Chongqing.

Dengan kunjungan ini diharapkan dapat mendorong modernisasi lembaga—memperkuat sumber daya manusia, sistem dan merangkul penggunaan teknologi untuk tetap relevan dan kompetitif.

“Dalam hal ini, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menjadi prioritas penting, memungkinkan untuk mengikuti perkembangan global dan meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan yang diberikan,’’ ujar Wahid, saat kembali tiba di Jakarta, Jumat, (2/5/26)

Sementara itu Sekjen Hezuo Adhidarma Indonesia Akhmad Ludzain berharap kunjungan bukan hanya sebagai kesempatan belajar, tetapi juga sebagai titik awal potensial untuk kolaborasi yang bermakna di masa depan.

“Melalui kerja sama antara Yayasan Hezuo dan FPTP dengan lembaga pendidikan dan perusahaan teknologi di Chongqing Tiongkok diharapkan dapat membuka jalan bagi kemitraan yang dapat berkontribusi pada pertumbuhan dan perkembangan bersama,’’ ungkap Luzdain.

Pimpinan delegasi – KH M. Wahid Nuruddin menyerahkan plakat kepada Pimpinan Chongqing University

Saat kuinjungan 5 hari, delegasi Hezuo dan FPTP juga berkesempatan bertemu dengan mahasiswa Indonesia yang sedang menyelesaikan pendidikan di Chongqing University. Kesempatan terbuka untuk mendapatkan beasiswa pendidikan bagi peserta didik yang memenuhi persyaratan.

Delegasi juga mengunjungi perusahaan teknologi yang berbasis di Chongqing. Disetiap kesempatan kunjungan, delegasi mendapatkan paparan dan trainer mengenai teknologi pendidikan yang dikembangkan. Seperti smart TV, pemantauan kehadiran siswa secara nasional, smart CCTV dan sebagainya. Juga, diperkenalkan penggunaan teknologi untuk bidang kesehatan dan pertanian.